Skip to content
Home » Delegasi Indonesia Ukir Prestasi Gemilang di Muktamar Bahasa Arab Internasional Ke-8 Sharjah Dan Rektor Universitas Darunnajah Tandatangani MoU

Delegasi Indonesia Ukir Prestasi Gemilang di Muktamar Bahasa Arab Internasional Ke-8 Sharjah Dan Rektor Universitas Darunnajah Tandatangani MoU

Sharjah, Uni Emirat Arab – Sebanyak 10 akademisi dan praktisi pendidikan Islam Indonesia, terdiri dari Rektor, Presiden Pengasuh Pesantren Indonesia (P2i), Pimpinan Pesantren dan Dosen berhasil mengharumkan nama bangsa dalam Muktamar Bahasa Arab Internasional Ke-8 (المؤتمر الدولي الثامن للغة العربية) yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan Bahasa Arab untuk Negara-Negara Teluk (المركز التربوي للغة العربية لدول الخليج) pada 28-29 Januari 2026 di Kota Sharjah, Uni Emirat Arab.

Muktamar bergengsi tahun ini mengangkat tema besar “Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa Arab: Pandangan ke Masa Depan – Tuntutan, Peluang, dan Tantangan” (تعليم اللغة العربية وتعلمها: تطلع نحو المستقبل – المتطلبات والفرص والتحديات) dengan slogan inspiratif “Dengan Bahasa Arab Kita Berkreasi” (بالعربية نبدع).
Muktamar Berskala Besar dengan Partisipasi Internasional

Forum ilmiah internasional ini diikuti oleh 118 peserta yang berasal dari 24 negara di berbagai penjuru dunia. Muktamar menghadirkan 85 makalah penelitian dan kajian ilmiah serta 20 praktik dan pengalaman terbaik dalam pengajaran bahasa Arab. Seluruh presentasi disampaikan dalam 33 sesi ilmiah, yang terdiri dari 27 sesi tatap muka (luring) dan 6 sesi daring untuk mengakomodasi peserta dari berbagai belahan dunia.

Acara pembukaan muktamar berlangsung khidmat dengan penghormatan kepada Yang Mulia Syekh Dr. Sultan bin Muhammad Al-Qasimi, Anggota Dewan Tertinggi dan Penguasa Emirat Sharjah, atas dedikasi dan kontribusi beliau yang luar biasa dalam pengembangan bahasa Arab dan kebudayaan Islam. Hadir pula dalam acara tersebut Insinyur Muhammad bin Basim selaku Wakil Menteri Pendidikan UEA dan Dr. Isa Shaleh Al-Hammadi sebagai Direktur Pusat Pendidikan Bahasa Arab untuk Negara-Negara Teluk.

Penandatanganan MOU: Tonggak Sejarah Kerja Sama Indonesia-Negara Teluk
Momen bersejarah terjadi dalam muktamar kali ini ketika Dr. Mutch Hasan Darojat, Rektor Universitas Darunnajah Jakarta, menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) dengan Dr. Isa Shaleh Al-Hammadi (الدكتور عيسى صالح الحمادي), Direktur Pusat Pendidikan Bahasa Arab untuk Negara-Negara Teluk.

MOU ini mencakup berbagai bidang kerja sama strategis yang akan memperkuat hubungan akademik antara kedua lembaga, meliputi: peningkatan riset bersama dalam bidang pengajaran bahasa Arab, penulisan karya ilmiah kolaboratif (joint publication) antara peneliti kedua institusi, pertukaran pembicara dan narasumber dalam konferensi dan seminar ilmiah, program pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi dosen dan pengajar bahasa Arab, pertukaran mahasiswa dan tenaga pengajar, serta pengembangan kurikulum dan metodologi pengajaran bahasa Arab yang inovatif.
Penandatanganan MOU ini merupakan langkah konkret dalam membangun jembatan ilmiah antara Indonesia dan negara-negara Teluk, khususnya dalam upaya bersama memajukan pengajaran bahasa Arab di tingkat internasional.

Dua Pembicara Indonesia Presentasikan Kajian Ilmiah Bermutu

Kebanggaan tersendiri bagi Indonesia dalam muktamar kali ini adalah tampilnya dua akademisi sebagai pembicara yang mempresentasikan makalah ilmiah mereka di hadapan forum internasional.
Pembicara pertama, Dr. Sofwan Manaf, M.Si Presiden Universitas Darunnajah Jakarta, memaparkan penelitiannya yang berjudul “Peningkatan Kualitas Pengajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren dan Sekolah-Sekolah Islam Indonesia” (تحسين جودة تعليم اللغة العربية في المعاهد و المدارس الإسلامية بإندونيسيا)
Dalam presentasinya, beliau mengupas secara mendalam berbagai strategi inovatif dan pendekatan modern untuk meningkatkan mutu pembelajaran bahasa Arab di lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

Pembicara kedua, Dr. Muhammad Tata Taufiq, yang menjabat sebagai Ketua Persatuan Pimpinan Pondok Pesantren Indonesia (P3I) sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Kuningan, Jawa Barat, menyampaikan makalah bertajuk “Peran Program Pencelupan Bahasa dalam Pengajaran Bahasa Arab bagi Non-Penutur Asli: Pesantren Modern Indonesia sebagai Model” (دور برامج الانغماس اللغوي في تعليم اللغة العربية للناطقين بغيرها: المدارس الداخلية الإسلامية الحديثة بإندونيسيا أنموذجًا). Kajian beliau mengangkat keunggulan sistem pendidikan pesantren Indonesia dalam menciptakan lingkungan berbahasa Arab (bi’ah lughawiyyah) yang kondusif dan efektif bagi para santri.

Komposisi Lengkap Delegasi Indonesia

Delegasi Indonesia dalam muktamar ini terdiri dari para tokoh pendidikan Islam terkemuka yang mewakili berbagai lembaga: Dr. Sofwan Manaf, M.Si (Universitas Darunnajah Jakarta), Dr. Muhammad Tata Taufiq (Ketua P3I/Pimpinan PP Al-Ikhlas Kuningan), Dr. Mutch Hasan Darojat (Rektor Universitas Darunnajah Jakarta), Dr. Bustami Ibrahim Madjuri (Ketua Yayasan Darunnajah Jakarta), Ma’mun Adung Amir (P2I dan Pimpinan Pesantren Baitul Hikam Tangerang Banten), Ansep Hadina Ian (P2I/Pimpinan PP As-Salam Sukabumi), Abu Nashar Bukhari (P2I/Direktur Pondok Pesantren Al-Muqaddas Cirebon), Imam Muttaqin Taufiq (Direktur Pondok Pesantren Al-Ikhlas Kuningan), Rizma Alfi Yahya (Dosen Universitas Darunnajah Jakarta), dan Rina Aryaningsih Sudrajat (Pengajar PP As-Salam Sukabumi).


Harapan untuk Masa Depan
Keikutsertaan delegasi Indonesia dalam forum ilmiah internasional ini menegaskan komitmen kuat lembaga-lembaga pendidikan Islam Indonesia, khususnya Pondok Pesantren Darunnajah dan Persatuan Pimpinan Pondok Pesantren Indonesia (P2I), dalam memajukan pengajaran bahasa Arab serta mempererat tali silaturahmi dan kerja sama ilmiah dengan negara-negara Teluk.
Dengan ditandatanganinya MOU antara Universitas Darunnajah dan Pusat Pendidikan Bahasa Arab untuk Negara-Negara Teluk, diharapkan kerja sama ini akan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dan konkret dalam pengembangan kurikulum, penelitian bersama, pertukaran tenaga pengajar, serta peningkatan kualitas pendidikan bahasa Arab di Indonesia. Semoga langkah ini menjadi awal dari kemitraan yang berkelanjutan demi kemajuan bahasa Arab sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan peradaban Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *